Periode Terputusnya Wahyu / Masa Fatrah

فَتْرَةُ الْوَحْيِ 

وَفَتَرَ الْوَحْيُ مُدَّةً لَمْ يَتَّفِقْ عَلَيْهَا الْمُؤَرِّخُوْنَ، وَأَرْجَحُ أَقْوَالِهِمْ فِيْهَا أَرْبَعُوْنَ يَوْمًا، لِيَشْتَدَّ شَوْقُ الرَّسُوْلِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْوَحْيِ، وَقَدْ كَانَ، فَإِنَّ الْحَالَ اشْتَدَّ بِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ حَتَّى صَارَ كُلَّمَا أَتَى ذِرْوَةَ جَبَلٍ بَدَا لَهُ أَنْ يَرْمِيَ نَفْسَهُ مِنْهَا حَذَرًا مِنْ قَطِيْعَةِ الله لَهُ بَعْدَ أَنْ أَرَاهُ نِعْمَتَهُ الْكُبْرَى، وَهِيَ اخْتِيَارُهُ لِأَنْ يَكُوْنَ وَاسِطَةً بَيْنَهُ وَبَيْنَ خَلْقِهِ، فَيَتَبَدَّى لَهُ الْمَلَكُ قَائِلًا: أَنْتَ رَسُوْلُ الله حَقًّا، فَيَطْمَئِنُّ خَاطِرُهُ وَيَرْجِعُ عَمَّا عَزَمَ عَلَيْهِ، حَتَّى أَرَادَ الله أَنْ يَظْهَرَ لِلْوُجُوْدِ نُوْرَ الدِّيْنِ فَعَادَ إِلَيْهِ الْوَحْيُ.

MASA TERPUTUSNYA WAHYU

Sehubungan dengan pembahasan ini tiada seorang pun dari kalangan ahli tarikh yang sepakat mengenai masa terputusnya wahyu. Akan tetapi, pendapat yang paling kuat menyatakan bahwa tenggang masa tidak turunnya wahyu lamanya empat puluh hari.

Tujuannya adalah supaya Rasulullah saw. makin bertambah rindu kepada turunnya wahyu berikutnya. Memang, hal tersebut benar-benar terjadi sehingga disebutkan bahwa karena rasa rindu yang telah mencekam diri Rasulullah saw., ia menaiki puncak bukit, lalu bermaksud melemparkan dirinya dari puncak bukit itu, karena ia merasa khawatir bahwa Allah swt. telah melupakannya sesudah ia merasakan nikmat-Nya yang paling agung, yaitu pengangkatan dirinya sebagai perantara Allah dengan makhluk-Nya.

Akan tetapi, sebelum ia melaksanakan niatnya, tiba-tiba muncullah malaikat Jibril seraya berkata, “Engkau benar-benar utusan Allah.” Mendengar jawaban tersebut hati Rasulullah saw. menjadi tenang kembali, lalu ia surut dari niatnya.

Allah swt. menghendaki untuk menampakkan cahaya agama-Nya kepada semesta, maka wahyu kembali turun kepadanya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url