Wahyu Kedua
عَوْدُ الْوَحْيِ
فَبَيْنَمَا هُوَ يَمْشِي إِذْ سَمِعَ صَوْتًا مِنَ السَّمَاءِ فَرَفَعَ إِلَيْهِ بَصَرَهُ، فَإِذَا الْمَلَكُ الَّذِي جَاءَهُ بِحِرَاءِ جَالِسٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، فَرُعِبَ مِنْهُ لِتَذَكُّرِ مَا فَعَلَهُ فِي الْمَرَّةِ الْأُوْلَى فَرَجَعَ وَقَالَ: دَثِّرُوْنِي دَثِّرُوْنِي، فَأَنْزَلَ الله تَعَالَى عَلَيْهِ: ( يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ ) حَذِّرِ النَّاسَ مِنْ عَذَابِ الله إِنْ لَمْ يَرْجِعُوا عَنْ غَيِّهِمْ وَمَا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُهُمْ ( وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ ) خَصَّهُ بِالتَّعْظِيْمِ وَلَا تُشْرِكُ مَعَهُ فِي ذَلِكَ غَيْرَهُ ( وَثِيابَكَ فَطَهِّرْ ) لِتَكُوْنَ مُسْتَعِدًّا لِلْوُقُوْفِ بَيْنَ يَدَيِ الله إِذْ لَا يَلِيْقُ بِالْمُؤْمِنِ أَنْ يَكُوْنَ مُسْتَقْذِرًا نَجَسًا ( وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ ) أَيِ اهْجُرْ أَسْبَابَ الرُّجْزِ وَهُوَ الْعَذَابُ بِأَنْ تُطِيْعَ الله وَتُنْفِذَ أَمْرَهُ ( وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ ) وَلَا تَهَبُ أَحَدًا هِبَةً وَأَنْتَ تَطْمَعُ أَنْ تَسْتَعِيْضَ مِنَ الْمَوْهُوْبِ أَكْثَرَ مِمَّا وَهَبْتَ، فَهَذَا لَيْسَ مِنْ شَأْنِ الْكِرَامِ ( وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ ) عَلَى مَا سَيَلْحَقُكَ مِنْ أَذَى قَوْمِكَ حِيْنَمَا تَدْعُوْهُمْ إِلَى الله.
Turunnya Kembali Wahyu / Wahyu Kedua
Tatkala Rasulullah saw. sedang berjalan-jalan, tiba-tiba ia mendengar suara dari langit, lalu ia mengangkat mukanya ke langit. Tiba-tiba ia melihat malaikat yang pernah mendatanginya ketika di Gua Hira.
Malaikat tersebut selang duduk di antara langit dan bumi. Rasulullah saw. kembali merasa takut mengingat perlakuan malaikat tersebut terhadap dirinya di waktu yang pertama. Rasulullah saw. kembali ke rumah dan berkata kepada keluarganya, “Selimutilah diriku, selimutilah diriku.” Kemudian Allah swt. menurunkan firman-Nya:
Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan. (Q.S. 74 Al-Muddatstsir: 1-2)
Makna ayat: Berilah peringatan umat manusia dengan azab Allah bila mereka tidak juga mau kembali dari kesesatan dan penyembahan berhala seperti apa yang dilakukan oleh nenek moyang mereka.
Dan Rabb-mu, agungkanlah. (Q.5. 74 Al-Muddatstsir: 3)
Makna ayat: Khususkanlah Dia dengan pengegunganmu terhadap-Nya, dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dalam hal tersebut dengan selain Dia.
Dan pakaianmu, bersihkanlah. (Q.S. 74 Al-Muddassir: 4)
Makna ayat: Bersihkanlah pakaianmu supaya kamu benar-benar mempersiapkan diri untuk berdiri di hadapan Allah, karena tidak pantas bagi seorang mukmin melakukan hal itu dalam keadaan kotor dan berpakaian yang terkena najis.
Dan perbuatan dosa, tinggalkanlah. (Q.5. 74 Al-Muddassir: 5)
Makna ayat: Tinggalkanlah hal-hal yang menyebabkan datangnya azab, yaitu dengan cara kamu taat kepada Allah dan melaksanakan perintahNya.
Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. (Q.S. 14 Al-Muddatstsir: 6)
Makna ayat: Janganlah kamu memberi kepada seseorang suatu pemberian sedangkan kamu mempunyai maksud untuk mendapat balasan yang lebih banyak dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, sebab hal ini bukan termasuk sifat orang yang dermawan.
Dan untuk (memenuhi perintah) Rabb-mu, bersabarlah. (Q.S. 74 AlMuddatstsir: 7)
Makna ayat: Kamu harus bersabar atas apa yang akan menimpa dirimu sebagai akibat dari perlakuan kaummu yang menyakitkan sewaktu kamu menyeru mereka untuk menyembah Allah.
