Dakwah Secara Terang-Terangan Bag. 2


 وَلَمَّا جَهَرَ رَسُوْلُ اللهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ بِالدَّعْوَةِ سَخَّرَتْ مِنْهُ قُرَيْشٌ وَاسْتَهْزَؤُوا بِهِ فِي مَجَالِسِهِمْ، فَكَانَ إِذَا مَرَّ عَلَيْهِمْ يَقُوْلُوْنَ: هَذَا ابْنُ أَبِي كَبْشَةَ يُكَلِّمُ مِنَ السَّمَاءِ! وَهَذَا غُلَامُ عَبْدِ الْمُطَلِّبِ يُكَلِّمُ مِنَ السَّمَاءِ لَا يَزِيْدُوْنَ عَلَى ذَلِكَ، فَلَمَّا عَابَ آلِهَتَهُمْ وَسَفَّهَ عُقُوْلَهُمْ وَقَالَ لَهُمْ: وَالله يَا قَوْمُ لَقَدْ خَالَفْتُمْ دِيْنَ أَبِيْكُمْ إِبْرَاهِيْمَ، ثَارَتْ فِي رُؤُوْسِهِمْ حَمِيَّةُ الْجَاهِلِيَّةِ غِيْرَةً عَلَى تِلْكَ الْآلِهَةِ الَّتِي كَانَ يَعْبُدُهَا آباؤُهُمْ فَذَهَبُوا إِلَى عَمِّهِ أَبِي طَالِبٍ سَيِّدِ بَنِي هَاشِمٍ الَّذِي أَخَذَ عَلَى نَفْسِهِ حِمَايَتَهُ مِنْ أَيْدِي أَعْدَائِهِ فَطَلَبُوا مِنْهُ أَنْ يُخَلِّيَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَهُ أَوْ يَكُفَّهُ عَمَّا يَقُوْلُ، فَرَدَّهُمْ رَدًّا جَمِيْلًا فَانْصَرَفُوا عَنْهُ، وَمَضَى رَسُوْلُ الله لِمَا يُرِيْدُهُ لَا يَصُدُّهُ عَنْ مُرَادِهِ شَيْءٌ، فَتَزَايَدَ الْأَمْرُ، وَأَضْمَرَتْ قُرَيْشٌ الْحِقْدَ وَالْعَدَاوَةَ لِرَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَحَثَّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا عَلَى ذَلِكَ.

ثُمَّ مَشَوْا إِلَى أَبِي طَالِبٍ مَرَّةً أُخْرَى وَقَالُوْا لَهُ: إِنَّ لَكَ سِنًّا وَشَرَفًا وَمَنْزِلَةً مِنَّا، وَإِنَّا قَدْ طَلَبْنَا مِنْكَ أَنْ تَنْهَي ابْنَ أَخِيْكَ فَلَمْ تَنْهَهُ عَنَّا، وَإِنَّا وَاللهِ لَا نَصْبِرُ عَلَى هَذَا مِنْ شَتْمِ آبَائِنَا، وَتَسْفِيْهِ عُقُوْلِنَا، وَعَيْبِ آلِهَتِنَا فَإِنَّهُمْ كَانُوْا إِذَا احْتَجُّوْا بِالتَّقْلِيْدِ فِي اسْتِمْرَارِهِمْ عَلَى عَدَمِ اتِّبَاعِ الْحَقِّ ذَمَّهُمْ لِعَدَمِ اسْتِعْمَالِ عُقُوْلِهِمْ فِيْمَا خُلِقَتْ لَهُ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ وَإِذا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا ما أَنْزَلَ اللَّهُ قالُوا بَلْ نَتَّبِعُ ما أَلْفَيْنا عَلَيْهِ آباءَنا أَوَلَوْ كانَ آباؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئاً وَلا يَهْتَدُونَ «1» وَقَالَ فِي سُوْرَةِ الْمَائِدَةِ وَإِذا قِيلَ لَهُمْ تَعالَوْا إِلى ما أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قالُوا حَسْبُنا ما وَجَدْنا عَلَيْهِ آباءَنا أَوَلَوْ كانَ آباؤُهُمْ لا يَعْلَمُونَ شَيْئاً وَلا يَهْتَدُونَ «2» وقال في سورة لقمان وَإِذا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا ما أَنْزَلَ اللَّهُ قالُوا بَلْ نَتَّبِعُ ما وَجَدْنا عَلَيْهِ آباءَنا أَوَلَوْ كانَ الشَّيْطانُ يَدْعُوهُمْ إِلى عَذابِ السَّعِيرِ «3» وقال في سورة الزخرف في بيان حُجَّتِهِمُ الدَّاحِضَةُ قالَ مُتْرَفُوها إِنَّا وَجَدْنا آباءَنا عَلى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلى آثارِهِمْ مُقْتَدُونَ «4» ولما شبههم بمن قبلهم من الأمم في هذه المقالة الدالة على التعصب والعناد قال: قالَ أَوَلَوْ جِئْتُكُمْ بِأَهْدى مِمَّا وَجَدْتُمْ عَلَيْهِ آباءَكُمْ قالُوا إِنَّا بِما أُرْسِلْتُمْ بِهِ كافِرُونَ

فَلَمَّا تَمَسَّكُوْا بِحُجَّةِ التَّقْلِيْدِ لِآبائِهِمْ جَرَّ ذَلِكَ إِلَى وَصْفِ آبائِهِمْ بِعَدَمِ الْعَقْلِ وَعَدَمِ الْهِدَايَةِ، فَهَاجَ ذَلِكَ أَضْغَانَهُمْ ، وَقَالُوا لِأَبِي طَالِبٍ: إِمَّا أَنْ تَكُفَّهُ أَوْ نُنَازِلُهُ وَإِيَّاكَ فِي ذَلِكَ حَتَّى يَهْلِكَ أَحَدُ الْفَرِيْقَيْنِ، ثُمَّ انْصَرَفُوْا فَعَظُمَ عَلَى أَبِي طَالِبٍ فِرَاقَ قَوْمِهِ وَلَمْ يَطِبْ نَفْسًا بِخَذْلَانِ ابْنِ أَخِيْهِ، فَقَالَ لَهُ: يَا ابْنَ أَخِي إِنَّ الْقَوْمَ جَاؤُوْنِي فَقَالُوْا لِي كَذَا، فَأَبْقَ عَلَى نَفْسِكَ، وَلَا تُحَمِّلُنِي مِنَ الْأَمْرِ مَا لَا أُطِيْقُ، فَظَنَّ الرَّسُوْلُ أَنَّ عَمَّهُ خَاذَلَهُ فَقَالَ: وَالله يَا عَمُّ لَوْ وَضَعُوا الشَّمْسَ فِي يَمِيْنِي وَالْقَمَرَ فِي يَسَارِي عَلَى أَنْ أَتْرُكَ هَذَا الْأَمْرَ مَا فَعَلْتُ حَتَّى يُظْهِرَهُ الله أَوْ أَهْلِكُ دُوْنَهُ، ثُمَّ بَكَى وَوَلَّى. فَقَالَ أَبُو طَالِبٍ: أَقْبِلْ يَا ابْنَ أَخِي فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ، فَقَالَ: اذْهَبْ فَقُلْ مَا أَحْبَبْتَ وَاللهِ لَا أُسْلِمُكَ.

Tatkala Rasulullah melancarkan dakwahnya secara terang-terangan, orang Quraisy mengejek dan menjadikannya sebagai bahan ejekan setiap kali mereka bertemu. Bilamana Rasulullah saw. lewat di hadapan mereka, mereka mengatakan. “Ini adalah anak Abu Kabsyah yang mengucapkan kata-kata dari langit.” Terkadang mereka berkata, “Ini adalah pelayan Abu Thalib yang mengucapkan kata-kata dari langit.” Kata-kata yang mereka ucapkan tidak lebih dari itu. Akan tetapi, tatkala Rasulullah saw. mula! mencaci berhala-berhala mereka dan menganggap bodoh orang-orang pandai mereka, serta berkata kepada mereka, “Demi Allah, hai kaum, sungguh kalian telah menyimpang dari agama nenek-moyang kalian, Ibrahim,” darah mereka naik dan fanatisme jahiliah mereka terbakar karena sesembahan kakek-moyang mereka dihina. Lalu mereka menemui Abu Thalib, pemimpin Bani Hasyim yang selalu melindungi Rasulullah saw. dari ulah musuh-musuhnya. Mereka meminta kepada Abu Thalib agar ia melepaskan jaminan dan perlindungannya terhadap Rasulullah supaya mereka bertindak leluasa terhadapnya, atau Abu Thalib mencegah apa yang selalu dikatakannya. Akan tetapi, Abu Thalib menolak permintaan mereka dengan lembut sehingga mereka bubar.

Setelah peristiwa itu, Rasulullah saw. tetap melancarkan dakwahnya dan tidak seorang pun yang dapat menghalang-halangi keinginannya. Hal ini akhirnya menambah kebencian dan permusuhan pihak orang-orang Quraisy terhadap dirinya. Untuk itu mereka menganjurkan di antara sesama mereka supaya memusuhi Rasulullah saw. Setelah mereka mencapai kesepakatan, lalu mereka mendatangi kembali Abu Thalib dan berkata, “Sesungguhnya engkau adalah orang yang paling tua dan paling kami segani, dan kami pernah meminta kepada engkau supaya mencegah keponakan engkau itu. Akan tetapi, ternyata engkau tidak mencegahnya. Sesungguhnya kami tidak tahan lagi mendengar caciannya terhadap nenek-moyang kami dan terhadap perkataanya yang membodoh-bodohkan orang-orang pandai kami serta caciannya terhadap berhala-berhala sesembahan kami.” Sewaktu mereka mengemukakan alasan mengikuti jejak nenek-moyang mereka dan tidak mau mengikuti ajakan yang hak yang dikemukakan oleh Rasulullah saw., maka Rasulullah saw. mengejek mereka karena mereka tidak mau menggunakan akal yang telah diberikan. Allah swt. kepada mereka. Sehubungan dengan hal ini Allah berfirman:

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab, “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenekmoyang kami,” (apakah akan mengikuti juga) walaupun nenek-moyang mereka itu lidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk? (Q.S. 2 Al-Bagarah: 170)

Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah mengikuti apa yang di turunkan Allah dan mengikuti Rasul!” Mereka menjawab, “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek-moyang mereka walaupun nenek-moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk? (Q.5. 5 Al-Maidah: 104) :

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang diturunkan Allah.” mereka menjawab, “(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya,” dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun setan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang meny. ‘a-nyala (neraka)? (Q.S.31 Lugman: 21)

Sehubungan dengan keterangan tentang hujjah (alasan) mereka yang batil itu, Allah swt. berfirman:

Bahkan mereka mengatakan, “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orangorang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (Q.S. 43 Az-Zukhruf: 22)

Tatkala Allah menyerupakan keadaan mereka sama dengan umat terdahulu dalam ber-hyjjah dengan alasan yang menunjukkan kefanatikan dan keingkaran mereka, Allah swt. mengisahkan hal tersebut melalui firmanNya:

(Rasul itu) berkata, “Apakah (kalian akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untuk kalian (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kalian dapati bapak-bapak kalian menganutnya?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kalian diutus untuk menyampaikannya.” (QS. 43 Az-Zukhruf: 24)

Tatkala orang Quraisy beralasan mengikuti jejak bapak-bapak mereka, hal ini mengakibatkan bapak-bapak mereka dicap oleh Rasululah saw. sebagai orang-orang yang tidak berakal dan tidak mendapat petunjuk. Hal ini menyebabkan kedengkian mereka semakin berkobar. Lalu mereka berkata kepada Abu Thalib, “Hendaknya engkau mencegahnya atau kami akan menghajarnya, dan hati-hatilah engkau dalam hal ini. Biarkanlah sehingga salah seorang di antara kami ada yang binasa.” Lalu mereka pergi. Sesudah kaumnya pergi, Abu Thalib merasa berat, tetapi ia pun tidak suka melihat keponakannya dihina. Oleh sebab itu ia berkata, “Hai keponakanku, sesungguhnya kaum Quraisy telah datang kepadaku. Mereka mengatakan demikian kepadaku. Aku mohon agar engkau memelihara dirimu dan janganlah engkau membebani diriku dengan hal-hal yang aku tidak .mampu melakukannya.” Ketika mendengar perkataan pamannya itu, Rasulullah saw. menduga bahwa pamannya telah menganggap remeh dirinya, maka segera ia menjawab: “Demi Allah, hai Paman, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kjriku supaya aku meninggalkan perkara ini, aku tidak akan melakukannya sehingga Allah menampakkannya (memenangkannya) atau aku binasa di dalam membelanya.” Setelah itu Rasulullah saw. menangis seraya pergi. Maka Abu Thalib memanggilnya, “Hai keponakanku, kemarilah.” Maka Rasulullah saw. menghadap, dan Abu Thalib berkata kepadanya, “Pergilah dan katakanlah sesuka hatimu, demi Allah aku tidak akan menyerahkan dirimu (kepada mereka).”

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url