Islamnya Said bin Zain Al-Adawiy

 وَمِنَ السَّابِقِيْنَ: سَعِيْدُ بْنُ زَيْدٍ العَدَوِيُّ الْقُرَشِيُّ وَزَوْجُهُ فَاطِمَةُ بِنْتُ الْخَطَّابِ أُخْتُ عُمَرَ، وَأُمُّ الْفَضْلِ لُبَابَةُ بِنْتُ الْحَارِثِ الْهِلَالِيَّةُ زَوْجُ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَلِّبِ، وَعُبَيْدَةُ بْنُ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَلِّبِ بْنِ عَبْدِ مَنَافٍ بْنِ عَمِّ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الله بْنِ عَبْدِ الْأَسَدِ الْمَخْزُوْمِيُّ الْقُرَشِيُّ ابْنُ عَمَّةِ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَزَوْجَتُهُ أٌمُّ سَلَمَةَ، وَعُثْمَانُ بْنُ مَظْعُوْنَ الْجُمَحِيُّ الْقُرَشِي ُّوَأَخَوَاهُ قُدَامَةُ، وَعَبْدُ الله، وَالْأَرْقَمُ بْنُ أَبِي اْلأَرْقَمِ الْمَخْزُوْمِيُّ الْقُرَشِيُّ .

وَمِنَ السَّابِقِيْنَ الْأَوَّلِيْنَ: خَالِدُ بْنُ سَعِيْدٍ بْنِ الْعَاصِ بْنِ أُمَيَّةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ الأُمَوِيُّ الْقُرَشِيُّ كَانَ أَبُوْهُ سَيِّدُ قُرَيْشٍ إِذَا اعْتَمَّ لَمْ يَعْتَمَّ قُرَشِيٌّ إِجْلَالًا لَهُ، وَكَانَ خَالِدُ بْنُ سَعِيْدٍ قَدْ رَأَى فِي مَنَامِهِ أَنَّهُ سَيَقَعُ فِي هَاوِيَةٍ، فَأَدْرَكَهُ رَسُوْلُ الله وَخَلَّصَهُ مِنْهَا فَجَاءَ إِلَيْهِ وَقَالَ: إِلَى مَا تَدْعُو يَا مُحَمَّدُ؟ قَالَ: أَدْعُوْكَ إِلَى عِبَادَةِ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَنْ تَخْلَعَ مَا أَنْتَ عَلَيْهِ مِنْ عِبَادَةِ حَجَرٍ لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يَضُرُّ وَلَا يَنْفَعُ، وَالْإِحْسَانُ إِلَى وَالِدَيْكَ، وَأَلَّا تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ الْفَقْرِ، وَأَلَّا تَقْرَبَ الْفَاحِشَةَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَأَلَّا تَقْتُلَ نَفْسًا حَرَّمَ الله إِلَّا بِالْحَقِّ. وَأَنْ لَا تَقْرَبَ مَالَ الْيَتِيْمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ. وَأَنْ تُوَفِّيَ الْكَيْلَ وَالْمِيْزَانَ بِالْقِسْطِ، وَأَنْ تَعْدِلَ فِي قَوْلِكَ وَلَوْ حَكَمْتَ عَلَى ذَوِي قُرْبَاكَ. وَأَنْ تُوَفِّيَ لِمَنْ عَاهَدْتَ، فَأَسْلَمَ رَضِيَ الله عَنْهُ، وَحِيْنَئِذٍ غَضِبَ عَلَيْهِ أَبُوْهُ وَأَذَاهُ حَتَّى مَنَعَهُ الْقُوْتَ، فَانْصَرَفَ إِلَى رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ يَلْزَمُهُ وَيَعِيْشُ مَعَهُ، وَيَغِيْبُ عَنْ أَبِيْهِ فِي ضَوَاحِي مَكَّةَ. وَأَسْلَمَ بَعْدَهُ أَخُوْهُ عَمْرُو بْنُ سَعِيْدٍ.

وَهَكَذَا دَخَلَ هَؤُلَاءِ الْأَشْرَافُ فِي دِيْنِ الْإِسْلَامِ، وَلَمْ يَكُنْ مَعَ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيْفٌ يَضْرِبُ بِهِ أَعْنَاقَهُمْ حَتَّى يُطِيْعُوْهُ صَاغِرِيْنَ، وَلَيْسَ مَعَهُ مَا يُرْغِبُ فِيْهِ حَتَّى يَتْرُكَ هَؤُلَاءِ الْعُظَمَاءُ آبَاءَهُمْ وَذَوِي الثَّرْوَةِ مِنْهُمْ وَيَتَّبِعُوا الرَّسُوْلَ لِيَأْكُلُوْا مِنْ فَضْلِ مَالِهِ، بَلْ كَانَ الْكَثِيْرُ مِنْهُمْ وَاسِعَ الثَّرْوَةِ أَكْثَرَ مِنْهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَأَبِي بَكْرٍ وَعُثْمَانَ وَخَالِدِ بْنِ سَعِيْدٍ وَغَيْرِهِمْ. وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ مِنَ الْمَوَالِي اخْتَارُوْا الْأَذَى وَالْجُوْعَ وَالْمَشَقَّاتِ مَعَ اتِّبَاعِ الرَّسُوْلِ، بِحَيْثُ لَوِ اتَّبَعُوْا سَادَتَهُمْ لَكَانُوْا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا أَهْدَأُ بَالًا وَأَنْعَمُ عِيْشَةً، اللّهُمَّ لَيْسَ ذَلِكَ إِلَّا مِنْ هِدَايَةِ الله وَسُطُوْعِ أَنْوَارِ الدِّيْنِ عَلَيْهِمْ، حَتَّى أَدْرَكُوا مَا هُمْ عَلَيْهِ مِنَ الضَّلَالَةِ وَمَا عَلَيْهِ رَسُوْلُ الله مِنَ الْهُدَى.

Orang lainnya lagi yang paling dahulu masuk Islam ialah Sa’id ibnu Zaid al-‘Adawiy al-Qurasyi. Ia mempunyai dua orang istri, yaitu Fathimah binti al-Khaththab, saudara perempuan ‘Umar, dan Ummul Fadhl atau Lubabah binti al-Harits al-Hilaliyah, bekas istri al Abbas ibnu ‘AbdulMuththalib. ‘Ubaidah ibnul-Harits ibnu ‘Abdul-Muththalib ibnu Hasyim adalah saudara misan Rasulullah saw. Abu Salamah ibnu ‘Abdullah ibnu ‘Ahdul-Asad al-Makhzumi al-Qurasyi adalah anak bibi Rasulullah saw., sedangkan istrinya bernama Ummu Salamah. Kemudian ‘Utsman ibnu Mazh’un al-Jumahiy al-Qurasyi dan dua orang saudara lelakinya, Qudamah dan ‘Abdullah, dan al-Argam ibnul-Argam al-Makhzumi al-Qurasyi.

Yang lainnya lagi lebih dahulu masuk Islam ialah Khalid ibnu Sa’id ibnul-‘Ash ibnu Umayyah ibnu ‘Abdu Syams al-Umawi al-Qurasyi. Ayah Khalid adalah seorang pemimpin terkemuka kabilah Quraisy. Bila ia terlambat menyuguhi tamu, maka orang-orang Quraisy bergegas menyuguhi tamunya demi menghormati kedudukannya. Pada mulanya Khalid ibnu Sa’id bermimpi dalam tidurnya seolaholah dirinya akan terjatuh ke dalam suatu jurang yang dalam sekali, tetapi ia ditolong oleh Rasulullah hingga selamat. Keesokan harinya ia datang menemui Rasulullah dan bertanya, “Apakah yang engkau serukan itu, ya Muhammad?” Rasulullah saw. menjawab, “Aku mengajak engkau untuk beribadah kepada Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Hendaknya engkau berhenti dari apa yang sekarang engkau lakukan, yaitu menyembah berhala yang tidak dapat mendengar dan melihat serta tidak dapat memberikan madarat dan manfaat, dan hendaknya engkau berbuat baik kepada kedua orang tuamu. Janganlah engkau membunuh anak engkau karena takut miskin, janganlah engkau melakukan perbuatan zina, baik terang-terangan maupun secara tersembunyi, janganlah engkau membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah membunuhnya kecuali dengan alasan yang hak: dan janganlah engkau mendekati harta anak yatim kecuali dengan maksud yang lebih baik sehingga anak yatim itu mencapai usia balig, Hendaknya engkau menunaikan takaran dan timbangan secara adil: hendaknya engkau berlaku adil dalam keputusan engkau jika diserahi tugas untuk memutuskan sekalipun terhadap kerabat engkau sendiri, dan hendaknya engkau menunaikan janji dengan orang yang mengadakan perjanjian dengan engkau.” Akhirnya Khalid ibnu Sa’d masuk Islam, dan sejak saat itu ayah Khalid marah sekali, lalu dihukumnya Khalid hingga tidak diberinya makan. Sejak ia tidak diberi makan oleh orang tuanya, ia pergi menemui Rasulullah saw. dan selalu bersamanya. Ditinggalkannya orang tuanya itu untuk hidup bersama Rasulullah di pinggiran kota Makkah. Tidak berapa lama kemudian saudara lelakinya yang bernama ‘Amr ibnu Sa’id mengikuti jejak saudaranya masuk Islam.

Demikianlah orang-orang mulia tersebut masuk agama Islam. Pada saat itu Rasulullah saw. tidak mempunyai kekuatan yang dapat dijadikan sebagai senjata guna menekan mereka untuk taat kepadanya dalam keada an menyerah. Rasulullah pun tidak memiliki hal-hal yang menyenangkan hati mereka sehingga mereka rela meninggalkan orang-orang tua mereka untuk mengikuti Rasulullah saw. dan memakan kelebihan harta yang dimiliki oleh Rasulullah. Bahkan kebanyakan dari mereka yang masuk Islam terdiri dari orang-orang yang jauh lebih kaya daripada Rasulullah saw. sen. diri, yaitu seperti Abu Bakar, ‘Utsman, Khalid ibnu Sa’id. Adapun para pengikut Rasulullah saw. yang terdiri dari kalangan hamba sahaya lebih senang memilih disakiti, lapar, dan hidup susah. Sekiranya mereka mau mengikuti majikan-majikan mereka, niscaya kehidupan mereka di dunia ini lebih nikmat dan lebih menyenangkan bagi mereka. Tiada lain hal tersebut berkat adanya hidayah dari Allah swt. dan munculnya cahaya agama Islam dalam hati mereka sehingga mereka menyadari kesesatan yang selama ini mereka lakukan, lalu mereka mengikuti hidayah Rasulullah saw. dengan sukarela.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url