Gangguan dari Uqbah bin Abi Muaith dan Al-Ash bin Wa'il


وَمِنَ الْمُسْتَهْزِئِيْنَ: عُقْبَةُ بْنُ أَبِي مُعَيْطٍ كَانَ الْجَارَ الثَّانِيَ لِرَسُوْلِ اللهِ وَكَانَ يَعْمَلُ مَعَهُ كَأَبِي لَهَبٍ، صَنَعَ مَرَّةً وَلِيْمَةً وَدَعَا لَهَا كُبَرَاءَ قُرَيْشٍ وَفِيْهِمْ رَسُوْلُ اللهِ فَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: وَاللهِ لَا آكُلُ طَعَامَكَ حَتَّى تُؤْمِنَ بِاللهِ، فَتَشَهَّدَ، فَبَلَغَ ذَلِكَ أُبَيَّ بْنَ خَلَفٍ الْجُمَحِيَّ الْقُرَشِيَّ، وَكَانَ صَدِيْقًا لَهُ فَقَالَ: مَا شَيْءٌ بَلَغَنِيْ عَنْكَ؟ قَالَ لَا شَيْءٌ، دَخَلَ مَنْزِلِيْ رَجُلٌ شَرِيْفٌ فَأَبَى أَنْ يَأْكُلَ طَعَامِي حَتَّى أَشْهَدُ لَهُ، فَاسْتَحْيَيْتُ أَنْ يَخْرُجَ مِنْ بَيْتِي وَلَمْ يَطْعَمْ فَشَهِدْتُ لَهُ. قَالَ أُبَيٌّ: وَجْهِي مِنْ وَجْهِكَ حَرَامٌ إِنْ لَقِيْتَ مُحَمَّدًا فَلَمْ تَطَأْ عُنُقَهُ، وَتَبْزُقْ فِي وَجْهِهِ، وَتَلْطَمْ عَيْنَهُ، فَلَمَّا رَأَى عُقْبَةُ رَسُوْلَ اللهِ فَعَلَ بِهِ ذَلِكَ فَأَنْزَلَ اللهُ فِيْهِ سُوْرَةَ الْفُرْقَانِ وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلى يَدَيْهِ يَقُولُ يا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا يا وَيْلَتى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلاناً خَلِيلًا لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جاءَنِي وَكانَ الشَّيْطانُ لِلْإِنْسانِ خَذُولًا . وَمِنْ أَشَدِّ مَا صَنَعَهُ ذَلِكَ الشَّقِيُّ بِرَسُوْلِ الله مَا رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ فِي صَحِيْحِهِ قَالَ: بَيْنَمَا النَّبِيُّ يُصَلِّي فِي حِجْرِ الْكَعْبَةِ إِذْ أَقْبَلَ عُقْبَةُ بْنُ أَبِي مُعَيْطٍ فَوَضَعَ ثَوْبَهُ فِي عُنُقِ رَسُوْلِ اللهِ فَخَنَقَهُ خَنْقًا شَدِيْدًا، فَأَقْبَلَ أَبُوْ بَكْرٍ حَتَّى أَخَذَ بِمَنْكِبِهِ وَدَفَعَهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَاَل: أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ وَقَدْ جاءَكُمْ بِالْبَيِّناتِ مِنْ رَبِّكُمْ .

وَمِنْ جَمَاعَةِ الْمُسْتَهْزِئِيْنَ الْعَاصُ بْنُ وَائِلٍ السَّهْمِيُّ الْقُرَشِيُّ وَالِدُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، كَانَ شَدِيْدُ الْعَدَاوَةِ لِرَسُوْلِ اللهِ، وَكَانَ يَقُوْلُ: غَرَّ مُحَمَّدٌ أَصْحَابَهُ أَنْ يُحْيُوْا بَعْدَ الْمَوْتِ وَاللهِ مَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ، فَقَالَ اللهُ رَدًّا عَلَيْهِ فِي دَعْوَاهُ فِي سُوْرَةِ الْجَاثِيَةِ: وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَياتُنَا الدُّنْيا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنا إِلَّا الدَّهْرُ وَما لَهُمْ بِذلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ. وَكَانَ عَلَيْهِ دَيْنٌ لِخَبَّابِ بْنِ الْأَرَتِّ أَحَدِ رِجَالِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَتَقَاضَاهُ إِيَّاهُ فَقَالَ الْعَاصُ: أَلَيْسَ يَزْعُمُ مُحَمَّدٌ هَذَا الَّذِي أَنْتَ عَلَى دِيْنِهِ أَنَّ فِي الْجَنَّةِ مَا يَبْتَغِي أَهْلُهَا مِنْ ذَهَبٍ أَوْ فِضَّةٍ أَوْ ثِيَابٍ أَوْ خَدَمٍ؟ قَالَ خَبَّابُ: بَلَى، قَالَ:

فَأَنْظِرْنِي إِلَى هَذَا الْيَوْمِ فَسَأُوْتَى مَالًا وَوَلَدًا وَأَقْضِيْكَ دَيْنَكَ، فَأَنْزَلَ اللهُ فِيْهِ فِي سُوْرَةِ مَرْيَمَ: أَفَرَأَيْتَ الَّذِي كَفَرَ بِآياتِنا وَقالَ لَأُوتَيَنَّ مالًا وَوَلَداً أَطَّلَعَ الْغَيْبَ أَمِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمنِ عَهْداً كَلَّا سَنَكْتُبُ ما يَقُولُ وَنَمُدُّ لَهُ مِنَ الْعَذابِ مَدًّا وَنَرِثُهُ ما يَقُولُ وَيَأْتِينا فَرْداً .

Termasuk orang-orang yang mengolok-olok adalah: Uqbah bin Abu Muaith. Dia merupakan tetangga yang kedua untuk Rasulullah dan berbuat kepada beliau sebagaimana Abu Lahab.

Suatu kali dia membuat acara dan mengundang pembesar-pembesar Quraisy untuknya, di antara mereka ada Rasulullah. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Demi Allah, saya tidak akan memakan makananmu sampai engkau beriman kepada Allah. Maka dia mengucapkan syahadat.

Kabar itu sampai kepada Ubay bin Khalaf Al-Jumahi Al-Qurasyi yang merupakan temannya, maka Ubay berkata kepadanya: Kabar apa yang sampai kepadaku tentangmu? Uqbah menjawab: Bukan apa-apa. Seseorang yang mulia telah masuk rumahku dan dia enggan untuk makan jamuanku sampai aku bersyahadat untuknya. Aku malu bahwa dia keluar dari rumahku dan belum makan jamuanku, maka aku bersyahadat untuknya.

Ubay berkata: Wajahku adalah haram dari wajahmu jika engkau bertemu Muhammad dan engkau tidak menginjak tengkuknya, meludah di wajahnya, dan mencolok matanya.

Maka tatkala Uqbah melihat Rasulullah, dia memperbuat hal itu kepada beliau sehingga Allah turunkan perihalnya pada surat Al-Furqan: 

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata, “Aduhai kiranya (dahulu) aku mengambil Jalan bersama-sama Rasul. “Kecelakaan besarlah bagiku kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab-(ku). (Q.S. 25 Al-Furqan: 27-28)

Di antara perlakuan yang paling keras yang dilakukan oleh orang yang celaka ini (‘Ugbah ibnu Abu Mu’ith) terhadap diri Rasulullah saw. ialah seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya, yaitu: Ketika Nabi sedang melakukan salat di Hijir Isma’il, tiba-tiba datanglah ‘Ugbah ibnu Abu Mu’ith. Kemudian ia meletakkan kainnya pada leher Rasulullah, lalu ia mencekiknya dengan keras sekali, tetapi datanglah Sahabat Abu Bakar, lalu Sahabat Abu Bakar mengcengkeram pundak ‘Ugbah dan menariknya dari Nabi Saw. Selanjutnya Sahabat Abu Bakar mengucapkan Firman-Nya: “Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan, ‘Rabb-ku adalah Allah ‘ padahal dia telah datang kepada kalian dengan membawa keterangan-keterangan dari Rabb kalian?” (Q.S. 40 Al-Mu’min: 28) (Hadis diriwayatkan oleh Imam Bukhari).

Di antara golongan yang menghina Rasulullah saw. ialah Al-‘Ash ibnu Wail as-Sahmiy al-Qurasyi, orang tua ‘Amr ibnul ‘Ash. Dia terkenal sangat memusuhi Rasulullah saw. dan dia pernah mengatakan, “Muhammad telah menipu para sahabatnya bahwa mereka akan dihidupkan kembali sesudah mati. Demi Allah, tiada yang dapat membinasakan kami selain hanya masa.” Maka Allah menurunkan firman-Nya sebagai jawaban atas tuduhan yang dilancarkan oleh Al-‘Ash ibnu Wail tadi, yaitu :

Dan mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa,” dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu: mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (Q.S. 45 Al-Jatsiyah: 24) 

Pernah Al-‘Ash ibnu Wail mempunyai utang kepada Khabbab ibnul Art, salah seorang dari kaum Muslimin. Khabbab menagihnya, tetapi Al-‘Ash berkata kepadanya, “Bukankah Muhammad yang agamanya engkau peluk sekarang menduga bahwa di surga terdapat semua yang diingini oleh para penghuninya berupa emas, atau perak, atau pakaian, atau pelayan?” Khabbab menjawab, “Memang benar.”Lalu Al-‘Ash berkata, “Kalau memang demikian, tunggulah aku sampai pada hari itu. Aku akan diberi harta dan anak, dan aku akan membayar utangku kepada engkau,” Kemudian Allah swt. menurunkan firman-Nya:

Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan,”Pasti aku akan diberi harta dan anak.”! Adakah dia melihat yang gaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah?. Sekali-kali tidak, Kami akan menulis apa yang dikatakannya, dan benar-benar Kami akan memperpanjang azab untuknya, dan kami akan mewariskan apa yang dikatakannya itu, dan ia akan datang kepada Kami seorang diri. (Q.S. 19 Maryam: 7180)


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url