Mengapa Rasulullah ﷺ Menikahi Saudah? Kisah di Balik Pilihan yang Penuh Hikmah
Mengapa Rasulullah ﷺ memilih menikahi Saudah setelah wafatnya Khadijah? Inilah kisah wanita tangguh yang beriman, berhijrah, dan menjadi istri Nabi.
وَعَقَدَ عَلَيْهِ ٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ فِي ٱلشَّهْرِ ٱلَّذِي مَاتَتْ فِيهِ خَدِيجَةُ عَلَى سَوْدَةَ بِنْتِ زَمْعَةَ ٱلْعَامِرِيَّةِ ٱلْقُرَشِيَّةِ
Dan Rasulullah ﷺ menikah dengan Saudah binti Zam‘ah al-‘Āmiriyyah al-Qurasyiyyah pada bulan wafatnya Khadijah.
بَعْدَ أَنْ تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا وَٱبْنُ عَمِّهَا ٱلسُّكْرَانُ بْنُ عَمْرٍو
Setelah suaminya sekaligus sepupunya, As-Sukrān bin ‘Amr, wafat.
وَقَدْ كَانَتْ آمَنَتْ بِٱللَّهِ وَبِرَسُولِهِ
Padahal ia (Saudah) telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
وَخَالَفَتْ أَقَارِبَهَا وَبَنِي عَمِّهَا
Dan ia telah menentang keluarga serta kerabat-kerabat dekatnya.
وَهَاجَرَتْ مَعَ زَوْجِهَا إِلَى ٱلْحَبَشَةِ فِي ٱلْمَرَّةِ ٱلثَّانِيَةِ خَوْفَ ٱلْفِتْنَةِ
Ia berhijrah bersama suaminya ke Habasyah pada hijrah yang kedua karena takut akan fitnah (gangguan keimanan).
وَعَقِبَ رُجُوعِهِ مِنْ هِجْرَتِهِ تُوُفِّيَ عَنْهَا
Setelah kembali dari hijrahnya, suaminya pun wafat.
فَلَمْ يَكُنْ ثَمَّ أَجْمَلُ مِمَّا صَنَعَهُ ٱلرَّسُولُ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِزَوْجِ رَجُلٍ آمَنَ بِهِ
Maka tidak ada yang lebih indah dari apa yang dilakukan Rasulullah ﷺ terhadap istri seorang lelaki yang telah beriman kepadanya.
وَلَوْ تُرِكَتْ لِقَوْمِهَا مَعَ مَا هُمْ عَلَيْهِ مِنَ ٱلْغِلْظَةِ وَكَرَاهَةِ ٱلْإِسْلَامِ لَفَتَنُوهَا
Seandainya ia dibiarkan kepada kaumnya yang kasar dan membenci Islam, niscaya mereka akan menyesatkannya (menggoyahkan imannya).
وَكَرَمُ نَسَبِهَا فِي قَوْمِهَا يَمْنَعُهَا مِنَ ٱلتَّزَوُّجِ بِرَجُلٍ أَقَلَّ مِنْهَا نَسَبًا وَشَرَفًا
Dan kemuliaan nasabnya di tengah kaumnya menghalanginya untuk menikah dengan laki-laki yang derajat dan kehormatannya lebih rendah darinya.
