Piagam Terkutuk Kaum Musyrikin
1. كِتَابَةُ الصَّحِيْفَةِ
Penulisan Shahifah (piagam/kontrak)
2. وَلَمَّا ضَاقَتِ الْحِيَلُ بِكُفَّارِ قُرَيْشٍ
Ketika berbagai cara telah menyempit bagi orang-orang kafir Quraisy. (Artinya: ketika mereka kehabisan akal dan strategi)
3. عَرَضُوْا عَلَى بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ الَّذِيْنَ مِنْهُمُ الرَّسُوْلُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ دِيَّةً مُضَاعَفَةً وَيُسَلِّمُوْنَهُ
Mereka menawarkan kepada Bani Abdi Manaf – yang darinya berasal Rasul ﷺ – diyat (tebusan) yang berlipat ganda agar mereka menyerahkannya.
4. فَأَبَوْا عَلَيْهِمْ ذَلِكَ
Namun mereka menolak tawaran itu.
5. ثُمَّ عَرَضُوْا عَلَى أَبِي طَالِبٍ أَنْ يُعْطُوْهُ سَيِّدًا مِنْ شَبَابِهِمْ يَتَبَنَّاهُ، وَيُسَلِّمُ إِلَيْهِمْ ابْنَ أَخِيْهِ
Kemudian mereka menawarkan kepada Abu Thalib agar diberikan kepadanya seorang pemuda bangsawan mereka untuk diasuh, dan dia menyerahkan keponakannya kepada mereka.
6. فَقَالَ: عَجَبًا لَكُمْ تُعْطُوْنِي ابْنَكُمْ أَغْذُوْهُ لَكُمْ وَأُعْطِيْكُمْ ابْنِي تَقْتُلُوْنَهُ؟
Maka ia berkata: “Sungguh mengherankan kalian! Kalian memberiku anak kalian untuk aku pelihara, dan aku menyerahkan anakku kepada kalian untuk kalian bunuh?”
7. فَلَمَّا رَأَوْا ذَلِكَ أَجْمَعُوْا أَمْرَهُمْ عَلَى مُنَابَذَةِ بَنِي هَاشِمٍ وَبَنِي الْمُطَلِّبِ وَلَدَيْ عَبْدِ مَنَافٍ
Ketika mereka melihat hal itu, mereka sepakat untuk memboikot Bani Hasyim dan Bani al-Muthalib – keturunan Abdu Manaf.
8. وَإِخْرَاجِهِمْ مِنْ مَكَّةَ، وَالتَّضْيِيْقِ عَلَيْهِمْ
Serta mengusir mereka dari Mekah dan menekan mereka.
9. فَلَا يَبِيْعُوْنَهُمْ شَيْئًا، وَلَا يَبْتَاعُوْنَ مِنْهُمْ
Sehingga mereka tidak boleh menjual apa pun kepada mereka, dan tidak boleh membeli dari mereka.
10. حَتَّى يُسَلِّمُوْا مُحَمَّدًا لِلْقَتْلِ
Sampai mereka menyerahkan Muhammad untuk dibunuh.
11. وَكَتَبُوْا بِذَلِكَ صَحِيْفَةً وَضَعُوْهَا فِي جَوْفِ الْكَعْبَةِ
Dan mereka menulis sebuah piagam tentang hal itu lalu meletakkannya di dalam Ka'bah.
12. فَانْحَازَ بَنُوْ هَاشِمٍ - بِسَبَبِ ذَلِكَ - فِي شِعْبِ أَبِي طَالِبٍ
Maka Bani Hasyim – karena hal itu – menyingkir ke lembah Abu Thalib.
13. وَدَخَلَ مَعَهُمْ بَنُو الْمُطَلِّبِ سَوَاءً فِي ذَلِكَ مُسْلِمُهُمْ وَكَافِرُهُمْ
Dan Bani al-Muthalib ikut bersama mereka dalam hal itu – baik yang muslim maupun yang kafir.
14. مَا عَدَا أَبَا لَهَبٍ، فَإِنَّهُ كَانَ مَعَ قُرَيْشٍ
Kecuali Abu Lahab, karena ia bersama Quraisy.
15. وَانْخَزَلَ عَنْهُمْ بَنُوْ عَمَّيْهِمْ عَبْدِ شَمْسٍ وَنَوْفَلَ ابْنَيْ عَبْدِ مَنَافٍ
Dan berpaling dari mereka kedua anak paman mereka: Abdu Syams dan Naufal bin Abdi Manaf.
16. فَجَهَدَ الْقَوْمُ حَتَّى كَانُوْا يَأْكُلُوْنَ وَرَقَ الشَّجَرِ
Lalu kaum itu mengalami penderitaan hingga mereka memakan daun-daun pohon.
17. وَكَانَ أَعْدَاؤُهُمْ يَمْنَعُوْنَ التُّجَّارَ مِنْ مُبَايَعَتِهِمْ
Dan musuh-musuh mereka melarang para pedagang berdagang dengan mereka.
18. وَفِي مَقْدَمَةِ الْمَانِعِيْنَ أَبُوْ لَهَبٍ
Dan yang paling depan di antara para pelarang itu adalah Abu Lahab.
