Sejarah Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah: Hadiah Quraisy, Pengejaran Suraqah, dan Sambutan Kaum Anshar
Hijrahnya Al-Musthafa shallallahu alaihi wa sallam
فَتَوَجَّهَ مِنْ سَاعَتِهِ إِلَى صَدِيقِهِ أَبِي بَكْرٍ
Maka beliau segera menuju sahabatnya, Abu Bakar.
وَأَعْلَمَهُ أَنَّ اللهَ قَدْ أَذِنَ لَهُ فِي الْهِجْرَةِ
Dan beliau memberitahunya bahwa Allah telah mengizinkan beliau untuk berhijrah.
فَسَأَلَهُ أَبُو بَكْرٍ: الصُّحْبَةَ، فَقَالَ: نَعَمْ
Maka Abu Bakar meminta izin untuk menemani, lalu beliau berkata: “Ya.”
ثُمَّ عَرَضَ عَلَيْهِ إِحْدَى رَاحِلَتَيْهِ اللَّتَيْنِ كَانَتَا مُعَدَّتَيْنِ لِذَلِكَ
Kemudian Abu Bakar menawarkan salah satu dari dua tunggangannya yang telah ia siapkan untuk itu.
فَجَهَّزَهُمَا أَحَثَّ الْجِهَازِ
Maka ia menyiapkan kedua tunggangan itu dengan sebaik-baiknya.
وَصُنِعَتْ لَهُمَا سُفْرَةٌ فِي جِرَابٍ
Dan dibuatkan bekal perjalanan bagi keduanya dalam sebuah kantong.
فَقَطَعَتْ أَسْمَاءُ بِنْتُ أَبِي بَكْرٍ نِطَاقَهَا وَرَبَطَتْ بِهِ عَلَى فَمِ الْجِرَابِ
Maka Asma’ binti Abu Bakar memotong ikat pinggangnya dan mengikatkan pada mulut kantong itu.
وَاسْتَأْجَرَا عَبْدَ اللهِ بْنَ أُرَيْقِطٍ …
Keduanya menyewa Abdullah bin Uraiqith …
وَكَانَ هَادِيًا مَاهِرًا
Ia adalah seorang penunjuk jalan yang sangat ahli.
وَهُوَ عَلَى دِينِ كُفَّارِ قُرَيْشٍ
Padahal ia masih berada di agama orang-orang kafir Quraisy.
فَأَمِنَاهُ وَدَفَعَا إِلَيْهِ رَاحِلَتَيْهِمَا
Maka mereka mempercayainya dan menyerahkan kedua tunggangan itu kepadanya.
وَوَاعَدَاهُ غَارَ ثَوْرٍ بَعْدَ ثَلاثِ لَيَالٍ
Dan mereka membuat janji dengannya untuk bertemu di Gua Tsur setelah tiga malam.
ثُمَّ فَارَقَ الرَّسُولُ … وَوَاعَدَهُ الْمُقَابَلَةَ لَيْلًا خَارِجَ مَكَّةَ
Kemudian Rasul ﷺ berpisah dengan Abu Bakar dan berjanji bertemu dengannya pada malam hari di luar Mekah.
وَكَانَتْ هَذِهِ اللَّيْلَةُ هِيَ لَيْلَةَ اسْتِعْدَادِ قُرَيْشٍ …
Dan malam itu adalah malam ketika Quraisy bersiap melaksanakan rencana yang telah mereka sepakati.
فَاجْتَمَعُوا حَوْلَ بَابِ الدَّارِ وَرَسُولُ اللهِ دَاخِلُهَا
Maka mereka berkumpul di sekitar pintu rumah, sementara Rasulullah berada di dalamnya.
فَلَمَّا جَاءَ مِيعَادُ الْخُرُوجِ …
Ketika waktu keluar telah tiba…
أَمَرَ ابْنَ عَمِّهِ عَلِيًّا بِالْمَبِيتِ مَكَانَهُ
Beliau memerintahkan sepupunya, Ali, untuk bermalam di tempat beliau.
كَيْ لا يَقَعَ الشَّكُّ فِي وُجُودِهِ أَثْنَاءَ اللَّيْلِ
Agar tidak timbul keraguan mengenai keberadaan beliau di malam itu.
ثُمَّ سَجَّى عَلِيًّا بِبُرْدِهِ
Kemudian beliau menyelimuti Ali dengan kain beliau.
وَخَرَجَ عَلَى الْقَوْمِ وَهُوَ يَقْرَأُ …
Dan beliau keluar menghadapi mereka sambil membaca ayat:
وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا …
“Dan Kami jadikan di hadapan mereka penghalang … maka mereka tidak dapat melihat.”
فَأَلْقَى اللهُ النَّوْمَ عَلَيْهِمْ …
Maka Allah menjadikan mereka tertidur sehingga tidak ada seorang pun yang melihatnya.
وَلَمْ يَزَلْ … حَتَّى تَقَابَلَ مَعَ الصِّدِّيقِ
Dan beliau terus berjalan hingga bertemu dengan Abu Bakar.
وَسَارَا حَتَّى بَلَغَا غَارَ ثَوْرٍ فَاخْتَفَيَا فِيهِ
Keduanya berjalan hingga sampai ke Gua Tsur lalu bersembunyi di dalamnya.
أَمَّا الْمُشْرِكُونَ فَلَمَّا عَلِمُوا بِفَسَادِ مَكْرِهِمْ، وَأَنَّهُمْ إِنَّمَا بَاتُوا يَحْرُسُونَ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ لا مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ اللهِ
Adapun orang-orang musyrik, ketika mereka mengetahui gagalnya rencana jahat mereka, dan bahwa ternyata mereka semalam hanya menjaga Ali bin Abi Thalib, bukan Muhammad bin Abdullah,
هَاجَتْ عَوَاطِفُهُمْ، فَأَرْسَلُوا الطَّلَبَ مِنْ كُلِّ جِهَةٍ، وَجَعَلُوا الْجَوَائِزَ لِمَنْ يَأْتِي بِمُحَمَّدٍ أَوْ يَدُلُّ عَلَيْهِ.
bangkitlah emosi mereka; maka mereka mengirim para pencari dari segala penjuru, dan mereka menetapkan hadiah bagi siapa pun yang dapat membawa Muhammad atau menunjukkan tempatnya.
وَقَدْ وَصَلُوا فِي طَلَبِهِمْ إِلَى ذَلِكَ الْغَارِ الَّذِي فِيهِ طَلِبَتُهُمْ
Mereka dalam pencariannya akhirnya sampai ke gua tempat buruan mereka berada—
بِحَيْثُ لَوْ نَظَرَ أَحَدُهُمْ تَحْتَ قَدَمَيْهِ لَنَظَرَهُمَا،
sedemikian dekatnya sehingga seandainya salah seorang dari mereka melihat ke bawah kakinya, niscaya ia akan melihat keduanya.
حَتَّى أَبْكَى ذَلِكَ أَبَا بَكْرٍ فَقَالَ لَهُ عَلَيْهِ الصَّلاةُ وَالسَّلامُ:
Hingga hal itu membuat Abu Bakar menangis, lalu Rasulullah ﷺ berkata kepadanya:
لا تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا
“Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
فَأَعْمَى اللهُ أَبْصَارَ الْمُشْرِكِينَ حَتَّى لَمْ تَحْنِ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ الْتِفَاتَةٌ إِلَى ذَلِكَ الْغَارِ
Maka Allah membutakan pandangan orang-orang musyrik itu, sehingga tidak seorang pun dari mereka sedikit pun menoleh ke arah gua itu.
بَلْ صَارَ أَعْدَى الْأَعْدَاءِ أُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ يُبَعِّدُ لَهُمْ اخْتِفَاءَ الْمَطْلُوبَيْنِ فِي مِثْلِ هَذَا الْغَارِ
Bahkan musuh terbesar mereka, Umayyah bin Khalaf, justru meyakinkan mereka bahwa mustahil orang yang mereka cari bersembunyi di gua seperti itu.
فَأَقَامَا فِيهِ ثَلَاثَ لَيَالٍ حَتَّى يَنْقَطِعَ الطَّلَبُ.
Maka keduanya tinggal di dalam gua itu selama tiga malam hingga pencarian mereda.
وَكَانَ يَبِيتُ عِنْدَهُمَا عَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ…
Dan Abdullah bin Abu Bakar biasa bermalam bersama mereka…
(وَهُوَ شَابٌّ ثَقِفٌ وَلَقِنٌ)
(Dia adalah seorang pemuda yang cerdas dan cepat memahami).
فَيَدْلَجُ مِنْ عِنْدِهِمَا بِسَحَرٍ
Ia berangkat dari tempat keduanya pada waktu sahur,
فَيُصْبِحُ مَعَ قُرَيْشٍ بِمَكَّةَ كَبَائِتٍ بِهَا
dan pada pagi hari ia berada di tengah Quraisy di Mekah seolah-olah ia bermalam di sana.
فَلا يَسْمَعُ أَمْرًا يُكِيدَانِ بِهِ إِلَّا وَعَاهُ
Ia tidak mendengar satu pun rencana jahat yang mereka buat kecuali ia ingat.
حَتَّى يَأْتِيَهُمَا بِخَبَرِ ذَلِكَ حِينَ يَخْتَلِطُ الظَّلامُ.
Kemudian ia datang kepada keduanya membawa kabar itu ketika malam telah gelap.
وَكَانَ عَامِرُ بْنُ فُهَيْرَةَ يَرُوحُ عَلَيْهِمَا بِقِطْعَةٍ مِنْ غَنَمٍ…
Dan ‘Amir bin Fuhairah biasa mendatangi keduanya dengan membawa beberapa ekor kambing…
فَإِذَا خَرَجَ مِنْ عِنْدِهِمَا عَبْدُ اللهِ تَبِعَ أَثَرَهُ عَامِرٌ بِالْغَنَمِ كَيْ لا يَظْهَرَ لِقَدَمَيْهِ أَثَرٌ.
Dan ketika Abdullah pergi dari keduanya, ‘Amir mengikuti jejaknya dengan membawa kambing agar jejak kaki Abdullah tidak terlihat.
وَلَمَّا انْقَطَعَ الطَّلَبُ، خَرَجَا بَعْدَ أَنْ جَاءَهُمَا الدَّلِيلُ بِالرَّاحِلَتَيْنِ صُبْحَ ثَلاثٍ
Ketika pencarian sudah mereda, keduanya keluar setelah pemandu datang membawa dua tunggangan pada pagi hari ketiga.
وَسَارَا مُتَّبِعَيْنِ طَرِيقَ السَّاحِلِ.
Mereka kemudian berjalan mengikuti jalur pesisir.
وَفِي الطَّرِيقِ لَحِقَهُمَا طَالِبًا سُرَاقَةُ بْنُ مَالِكٍ الْمُدْلِجِيُّ
Dalam perjalanan, Suraqah bin Malik al-Mudlijī menyusul mereka dengan maksud menangkap,
وَكَانَ قَدْ رَأَى رُسُلَ مُشْرِكِي قُرَيْشٍ يَجْعَلُونَ فِي رَسُولِ اللهِ صلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ دِيَةَ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا لِمَنْ قَتَلَهُ أَوْ أَسَرَهُ.
Ia (Suraqah) telah melihat para utusan kaum musyrik Quraisy yang menetapkan diyat (hadiah besar) atas Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar, bagi siapa saja yang dapat membunuh atau menangkap salah satu dari keduanya.
فَبَيْنَمَا هُوَ فِي مَجْلِسٍ مِنْ مَجَالِسِ قَوْمِهِ بَنِي مُدْلِجٍ…
Saat ia sedang berada di salah satu majelis kaumnya, Bani Mudlij,
إِذْ أَقْبَلَ رَجُلٌ مِنْهُمْ حَتَّى قَامَ عَلَيْهِمْ وَهُمْ جُلُوسٌ
tiba-tiba datang seorang lelaki dari kaumnya hingga berdiri di hadapan mereka yang sedang duduk.
فَقَالَ: يَا سُرَاقَةُ، إِنِّي رَأَيْتُ آنِفًا أَسْوِدَةً بِالسَّاحِلِ، أَرَاهَا مُحَمَّدًا وَأَصْحَابَهُ.
Ia berkata: “Wahai Suraqah, barusan aku melihat beberapa bayangan di pesisir; aku kira itu Muhammad dan para sahabatnya.”
فَعَرَفَ سُرَاقَةُ أَنَّهُمْ هُمْ
Suraqah tahu bahwa yang dimaksud memang mereka,
وَلَكِنَّهُ أَرَادَ أَنْ يُثْنِيَ عَزْمَ مُخْبِرِهِ عَنْ طَلَبِهِمْ
namun ia ingin memalingkan niat orang itu agar tidak mengejar mereka.
فَقَالَ: إِنَّكَ رَأَيْتَ فُلَانًا وَفُلَانًا، انْطَلَقُوا بِأَعْيُنِنَا يَبْتَغُونَ ضَالَّةً لَهُمْ.
Maka ia berkata: “Engkau hanya melihat si Fulan dan si Fulan; mereka baru saja pergi di depan mata kami mencari barang mereka yang hilang.”
ثُمَّ لَبِثَ فِي الْمَجْلِسِ سَاعَةً
Kemudian ia tetap duduk di majelis itu sebentar,
وَقَامَ وَرَكِبَ فَرَسَهُ
lalu berdiri dan menaiki kudanya,
ثُمَّ سَارَ حَتَّى دَنَا مِنَ الرَّسُولِ صلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ مَعَهُ.
kemudian ia pergi sampai hampir mendekati Rasulullah ﷺ dan orang yang bersamanya.
فَعَثَرَتْ بِهِ فَرَسُهُ فَخَرَّ عَنْهَا
Kudanya tersandung sehingga ia terjatuh darinya.
ثُمَّ رَكِبَهَا ثَانِيًا وَسَارَ
lalu ia menaikinya lagi dan melanjutkan perjalanan,
حَتَّى صَارَ يَسْمَعُ قِرَاءَةَ الْمُصْطَفَى وَهُوَ لا يَلْتَفِتُ
hingga ia dapat mendengar bacaan Rasulullah yang tidak menoleh,
وَأَبُو بَكْرٍ يُكْثِرُ الِالْتِفَاتَ.
sementara Abu Bakar sering melihat ke belakang.
فَسَاخَتْ قَائِمَتَا فَرَسِ سُرَاقَةَ فِي الْأَرْضِ حَتَّى بَلَغَتَا الرُّكْبَتَيْنِ
Tiba-tiba kedua kaki depan kuda Suraqah terperosok ke dalam tanah hingga mencapai lututnya,
فَخَرَّ عَنْهَا
dan ia pun kembali terjatuh darinya.
ثُمَّ زَجَرَهَا حَتَّى نَهَضَتْ
Kemudian ia mencambuknya hingga berdiri kembali.
فَلَمْ تَكَدْ تَخْرُجُ يَدَاهَا حَتَّى سَطَحَ لِأَثَرِهِمَا غُبَارٌ سَاطِعٌ فِي السَّمَاءِ مِثْلَ الدُّخَانِ
Namun belum lama kedua kaki depan kuda itu keluar dari tanah, tampak debu tebal naik tinggi ke udara seperti asap.
فَعَلِمَ سُرَاقَةُ أَنَّ عَمَلَهُ ضَائِعٌ سُدًى
Maka Suraqah mengetahui bahwa usahanya sia-sia belaka,
وَدَاخَلَهُ رُعْبٌ عَظِيمٌ
dan rasa takut besar pun memasuki dirinya.
فَنَادَاهُمَا بِالْأَمَانِ
Ia pun menyeru keduanya meminta jaminan keselamatan.
فَوَقَفَ عَلَيْهِ الصَّلاةُ وَالسَّلامُ وَمَنْ مَعَهُ حَتَّى جَاءَهُمْ.
Maka Rasulullah ﷺ dan sahabatnya berhenti hingga ia datang mendekat.
وَيَقُولُ سُرَاقَةُ: وَقَعَ فِي نَفْسِي …
Suraqah berkata: “Terbersit dalam hatiku ketika mengalami itu semua bahwa urusan Rasulullah ﷺ pasti akan menang…
فَقُلْتُ: إِنَّ قَوْمَكَ قَدْ جَعَلُوا فِيكَ الدِّيَةَ
Maka aku berkata: ‘Kaummu telah menetapkan hadiah besar atas dirimu…’”
وَأُخْبِرْهُمْ بِمَا يُرِيدُ بِهِمُ النَّاسُ
“Dan aku akan memberi tahu mereka apa yang sedang direncanakan orang-orang terhadap kalian.”
وَعَرَضَ عَلَيْهِمَا الزَّادَ وَالْمَتَاعَ فَلَمْ يَأْخُذَا مِنْهُ شَيْئًا
Ia menawarkan bekal dan perlengkapan kepada keduanya, namun mereka tidak mengambil sedikit pun.
بَلْ قَالا لَهُ: اخْفِ عَنَّا
Bahkan keduanya berkata kepadanya: “Rahasiakanlah (perjalanan) kami.”
فَسَأَلَهُ سُرَاقَةُ أَنْ يَكْتُبَ لَهُ كِتَابَ أَمْنٍ
Suraqah meminta agar dituliskan baginya surat jaminan keselamatan.
فَأَمَرَ أَبَا بَكْرٍ فَكَتَبَ
Maka Rasulullah ﷺ memerintahkan Abu Bakar untuk menuliskannya, dan Abu Bakar pun menulisnya.
وَبِذَلِكَ انْقَضَتْ هَذِهِ الْمُشْكِلَةُ …
Dengan demikian selesailah persoalan ini, di mana Allah menampakkan tambahan penjagaan-Nya kepada Rasul-Nya ﷺ.
وَكَانَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ …
Sementara itu, penduduk Madinah ketika mendengar keluarnya Rasulullah dan kedatangannya kepada mereka…
يَخْرُجُونَ إِلَى الْحَرَّةِ حَتَّى يَرُدَّهُم حَرُّ الظَّهِيرَةِ
mereka keluar menuju daerah al-Harrah hingga panasnya tengah hari memaksa mereka pulang.
فَانْقَلَبُوا يَوْمًا بَعْدَ أَنْ أَطَالُوا انْتِظَارَهُمْ
Pada suatu hari mereka kembali setelah lama menunggu.
فَلَمَّا أَوَوْا إِلَى بُيُوتِهِمْ
Ketika mereka baru masuk ke rumah-rumah mereka,
أَوْفَى رَجُلٌ مِنْ يَهُودَ أُطُمًّا مِنْ آطَامِهِمْ لِأَمْرٍ يَنْظُرُ إِلَيْهِ
seorang Yahudi naik ke salah satu benteng tinggi mereka untuk suatu urusan,
فَبَصُرَ بِرَسُولِ اللهِ وَأَصْحَابِهِ يَزُولُ بِهِمُ السَّرَابُ…
maka ia melihat Rasulullah dan para sahabatnya yang tampak samar oleh kilauan udara gurun, kadang terlihat dan kadang tidak.
فَقَالَ الْيَهُودِيُّ بِأَعْلَى صَوْتِهِ: يَا مَعْشَرَ الْعَرَبِ، هَذَا جَدُّكُمْ
Lalu orang Yahudi itu berteriak dengan suara lantang: “Wahai kaum Arab, ini adalah keberuntungan besar kalian!”
أَي حَظُّكُمُ الَّذِي تَنْتَظِرُونَ!
“Inilah keberuntungan yang kalian nanti-nantikan!”
فَثَارُوا إِلَى السِّلَاحِ فَتَلَقَّوْا رَسُولَ اللهِ بِظَهْرِ الْحَرَّةِ
Maka mereka segera mengambil senjata dan menyambut Rasulullah di daerah belakang al-Harrah.
