Sejarah Disyariatkannya Jihad dan Peperangan dalam Islam di Masa Rasulullah

 

 مَشْرُوعِيَّةُ الْقِتَالِ

Disyariatkannya Peperangan

قَدْ عَلِمَ مِمَّا تَقَدَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ لَمْ يُقَاتِلْ أَحَدًا عَلَى الدُّخُولِ فِي الدِّينِ، بَلْ كَانَ الْأَمْرُ قَاصِرًا عَلَى التَّبْشِيرِ وَالْإِنْذَارِ.

Telah diketahui dari pembahasan sebelumnya bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah memerangi seseorang agar masuk ke dalam agama Islam, tetapi urusan beliau terbatas pada memberi kabar gembira dan peringatan.

وَكَانَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ يُنَزِّلُ عَلَيْهِ مِنَ الْآيِ مَا يُقَوِّيهِ عَلَى الصَّبْرِ أَمَامَ مَا كَانَ يُلَاقِيهِ مِنْ أَذَى قُرَيْشٍ.

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan ayat-ayat kepadanya yang menguatkannya untuk bersabar menghadapi gangguan yang beliau terima dari kaum Quraisy.

وَمِنْ ذَلِكَ قَوْلُهُ فِي سُورَةِ الْأَحْقَافِ: فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ.

Di antara ayat itu ialah firman Allah dalam Surah Al-Ahqaf: "Maka bersabarlah engkau sebagaimana para rasul yang memiliki keteguhan hati telah bersabar, dan janganlah engkau meminta disegerakan azab bagi mereka."

وَكَانَ كَثِيرًا مَا يَقُصُّ اللَّهُ عَلَيْهِ أَنْبَاءَ إِخْوَانِهِ مِنَ الْمُرْسَلِينَ قَبْلَهُ لِيُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَهُ.

Dan Allah sering menceritakan kepadanya kisah para saudaranya dari kalangan para rasul sebelum beliau agar dengan itu hati beliau menjadi teguh.

وَلَمَّا ازْدَادَ طُغْيَانُ أَهْلِ مَكَّةَ أَلْجَؤُوهُ إِلَى الْخُرُوجِ مِنْ دَارِهِ بَعْدَ أَنْ ائْتَمَرُوا عَلَى قَتْلِهِ.

Ketika kezaliman penduduk Makkah semakin menjadi-jadi, mereka memaksa beliau keluar dari rumahnya setelah mereka bersekongkol untuk membunuhnya.

فَكَانُوا هُمُ الْبَادِئِينَ بِالْعَدَاءِ عَلَى الْمُسْلِمِينَ حَيْثُ أَخْرَجُوهُمْ مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ.

Merekalah yang memulai permusuhan terhadap kaum muslimin ketika mereka mengusir kaum muslimin dari negeri mereka tanpa alasan yang benar.

فَبَعْدَ الْهِجْرَةِ أَذِنَ اللَّهُ لِلْمُهَاجِرِينَ بِقِتَالِ مُشْرِكِي قُرَيْشٍ بِقَوْلِهِ فِي سُورَةِ الْحَجِّ: أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ ۝ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ.

Maka setelah hijrah, Allah mengizinkan kaum Muhajirin memerangi orang-orang musyrik Quraisy melalui firman-Nya dalam Surah Al-Hajj: "Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dizalimi. Dan sungguh Allah Mahakuasa menolong mereka. Yaitu orang-orang yang diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar selain karena mereka berkata: Tuhan kami adalah Allah."

ثُمَّ أَمَرَهُمْ بِذَلِكَ فِي سُورَةِ الْبَقَرَةِ: وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ ۝ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۝ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۚ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ ۝ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ ۝ وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ.

Kemudian Allah memerintahkan hal itu dalam Surah Al-Baqarah: "Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Bunuhlah mereka di mana saja kalian menemui mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian. Fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan. Dan janganlah kalian memerangi mereka di Masjidil Haram hingga mereka memerangi kalian di sana. Jika mereka memerangi kalian, maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. Tetapi jika mereka berhenti, maka sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka hingga tidak ada lagi fitnah dan agama hanya untuk Allah. Jika mereka berhenti, maka tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang-orang yang zalim."

وَبِذَلِكَ لَمْ يَكُنِ الرَّسُولُ يَتَعَرَّضُ إِلَّا لِقُرَيْشٍ دُونَ سَائِرِ الْعَرَبِ.

Dengan demikian Rasulullah ﷺ tidak memerangi selain kaum Quraisy, dan tidak terhadap bangsa Arab lainnya.

فَلَمَّا تَمَالَأَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ غَيْرُ أَهْلِ مَكَّةَ مِنْ مُشْرِكِي الْعَرَبِ وَاتَّحَدُوا عَلَيْهِمْ مَعَ الْأَعْدَاءِ أَمَرَ اللَّهُ بِقِتَالِ الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً بِقَوْلِهِ فِي سُورَةِ التَّوْبَةِ: وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً.

Ketika selain penduduk Makkah dari kalangan musyrikin Arab bersatu melawan kaum muslimin dan bergabung bersama musuh-musuh mereka, Allah memerintahkan memerangi kaum musyrikin seluruhnya melalui firman-Nya dalam Surah At-Taubah: "Dan perangilah kaum musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian semuanya."

وَبِذَلِكَ صَارَ الْجِهَادُ عَامًّا لِكُلِّ مَنْ لَيْسَ لَهُ كِتَابٌ مِنَ الْوَثَنِيِّينَ.

Dengan demikian jihad menjadi berlaku umum terhadap kaum penyembah berhala yang tidak memiliki kitab.

وَهٰذَا مِصْدَاقُ قَوْلِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: (أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذٰلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ).

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi ﷺ: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat dan menunaikan zakat. Jika mereka telah melakukannya maka darah dan harta mereka terlindungi dariku kecuali dengan hak Islam, sedangkan perhitungan mereka diserahkan kepada Allah."

وَلَمَّا وَجَدَ الْمُسْلِمُونَ مِنَ الْيَهُودِ خِيَانَةً لِلْعُهُودِ حَيْثُ إِنَّهُمْ سَاعَدُوا الْمُشْرِكِينَ فِي حُرُوبِهِمْ، أَمَرَ اللَّهُ بِقِتَالِهِمْ بِقَوْلِهِ فِي سُورَةِ الْأَنْفَالِ: وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ.

Ketika kaum muslimin mendapati pengkhianatan dari orang-orang Yahudi terhadap perjanjian karena mereka membantu kaum musyrikin dalam peperangan mereka, Allah memerintahkan memerangi mereka melalui firman-Nya dalam Surah Al-Anfal: "Jika engkau khawatir akan pengkhianatan dari suatu kaum, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka secara terang-terangan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat."

وَقِتَالُهُمْ وَاجِبٌ حَتَّى يَدِينُوا أَوْ يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ لِيَأْمَنَ الْمُسْلِمُونَ جَانِبَهُمْ.

Dan memerangi mereka diwajibkan hingga mereka tunduk atau membayar jizyah dengan patuh sehingga kaum muslimin aman dari gangguan mereka.

وَصَارَ قِتَالُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْأَعْدَاءِ عَلَى هٰذِهِ الْمَبَادِئِ الْآتِيَةِ:

Peperangan Rasulullah ﷺ terhadap musuh-musuhnya berlangsung berdasarkan prinsip-prinsip berikut:

(1) اعْتِبَارُ مُشْرِكِي قُرَيْشٍ مُحَارِبِينَ لِأَنَّهُمْ بَدَؤُوا بِالْعُدْوَانِ، فَصَارَ لِلْمُسْلِمِينَ قِتَالُهُمْ وَمُصَادَرَةُ تِجَارَتِهِمْ حَتَّى يَأْذَنَ اللَّهُ بِفَتْحِ مَكَّةَ أَوْ تُعْقَدَ هُدْنَةٌ وَقْتِيَّةٌ بَيْنَ الطَّرَفَيْنِ.

(1) Kaum musyrik Quraisy dianggap sebagai pihak yang memerangi karena merekalah yang memulai permusuhan. Maka kaum muslimin diperbolehkan memerangi mereka dan menyita perdagangan mereka hingga Allah mengizinkan pembukaan Makkah atau terjadi perjanjian damai sementara.

(2) مَتَى رُئِيَ مِنَ الْيَهُودِ خِيَانَةٌ وَتَحَيُّزٌ لِلْمُشْرِكِينَ قُوتِلُوا حَتَّى يُؤْمَنَ جَانِبُهُمْ بِالنَّفْيِ أَوِ الْقَتْلِ.

(2) Apabila terlihat pengkhianatan dari orang-orang Yahudi dan keberpihakan mereka kepada kaum musyrikin, maka mereka diperangi sampai keamanan dari gangguan mereka tercapai melalui pengusiran atau peperangan.

(3) مَتَى تَعَدَّتْ قَبِيلَةٌ مِنَ الْعَرَبِ عَلَى الْمُسْلِمِينَ أَوْ سَاعَدَتْ قُرَيْشًا قُوتِلَتْ حَتَّى تَدِينَ بِالْإِسْلَامِ.

(3) Apabila suatu kabilah Arab melampaui batas terhadap kaum muslimin atau membantu Quraisy, maka mereka diperangi sampai tunduk kepada Islam.

(4) كُلُّ مَنْ بَادَأَ بِعَدَاوَةٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ كَالنَّصَارَى قُوتِلَ حَتَّى يُذْعِنَ بِالْإِسْلَامِ أَوْ يُعْطِيَ الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُوَ صَاغِرٌ.

(4) Setiap ahli kitab seperti kaum Nasrani yang memulai permusuhan akan diperangi hingga menerima Islam atau membayar jizyah dengan patuh.

(5) كُلُّ مَنْ أَسْلَمَ فَقَدْ عَصَمَ دَمَهُ وَمَالَهُ إِلَّا بِحَقِّهِ، وَالْإِسْلَامُ يَقْطَعُ مَا قَبْلَهُ.

(5) Setiap orang yang masuk Islam maka darah dan hartanya terlindungi kecuali dengan alasan yang dibenarkan. Dan Islam menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

وَقَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ كَثِيرًا مِنَ الْآيِ تَحْرِيضًا عَلَى الْإِقْدَامِ فِي قِتَالِ الْأَعْدَاءِ وَتَبْعِيدًا عَنِ الْفِرَارِ مِنَ الزَّحْفِ.

Dan Allah telah menurunkan dalam Al-Qur’an banyak ayat yang mendorong keberanian dalam menghadapi musuh serta menjauhkan dari sikap lari dari medan pertempuran.

فَقَالَ فِي الْمَوْضُوعِ الْأَوَّلِ فِي سُورَةِ النِّسَاءِ: فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا.

Maka Allah berfirman tentang perkara pertama dalam Surah An-Nisa: "Hendaklah berperang di jalan Allah orang-orang yang menjual kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat. Barangsiapa berperang di jalan Allah lalu ia gugur atau memperoleh kemenangan, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar."

وَقَالَ فِي الْمَوْضُوعِ الثَّانِي فِي سُورَةِ الْأَنْفَالِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ ۝ وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ.

Dan Allah berfirman tentang perkara kedua dalam Surah Al-Anfal: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir yang datang menyerang, maka janganlah kalian membelakangi mereka. Barangsiapa pada hari itu membelakangi mereka, kecuali untuk siasat perang atau bergabung dengan pasukan lain, maka sungguh ia kembali dengan kemurkaan dari Allah. Tempatnya adalah Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url