Sejarah Perubahan Kiblat, Puasa Ramadan, dan Zakat dalam Islam Tahun Kedua Hijriah


 تَحْوِيلُ الْقِبْلَةِ

Perubahan Arah Kiblat

مَكَثَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ بِالْمَدِينَةِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا يَسْتَقْبِلُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ فِي صَلَاتِهِ.

Rasulullah ﷺ tinggal di Madinah selama enam belas bulan dengan menghadap ke Baitul Maqdis dalam salatnya.

وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ تَكُونَ قِبْلَتُهُ الْكَعْبَةَ، وَيُقَلِّبُ وَجْهَهُ فِي السَّمَاءِ دَاعِيًا اللَّهَ بِذٰلِكَ.

Beliau sangat menginginkan agar kiblatnya adalah Ka'bah, dan beliau sering menengadahkan wajahnya ke langit sambil berdoa kepada Allah mengenai hal itu.

فَبَيْنَمَا هُوَ فِي صَلَاتِهِ إِذْ أَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ بِتَحْوِيلِ الْقِبْلَةِ إِلَى الْكَعْبَةِ، فَتَحَوَّلَ وَتَحَوَّلَ مَنْ وَرَاءَهُ.

Ketika beliau sedang melaksanakan salat, Allah mewahyukan kepadanya agar kiblat dipindahkan ke arah Ka'bah. Maka beliau pun berbalik menghadap Ka'bah, dan para makmum di belakangnya ikut berbalik.

وَكَانَتْ هٰذِهِ الْحَادِثَةُ سَبَبًا لِافْتِتَانِ بَعْضِ الْمُسْلِمِينَ الَّذِينَ ضَعُفَتْ قُلُوبُهُمْ فَارْتَدُّوا عَلَى أَعْقَابِهِمْ.

Peristiwa ini menjadi sebab tergelincirnya sebagian kaum muslimin yang lemah imannya, sehingga mereka murtad dan kembali kepada kekafiran.

وَقَدْ أَكْثَرَ الْيَهُودُ مِنَ التَّنْدِيدِ عَلَى الْإِسْلَامِ بِهٰذَا التَّحْوِيلِ.

Orang-orang Yahudi banyak mencela dan menyerang Islam karena perubahan arah kiblat tersebut.

وَمَا دَرَوْا أَنَّ لِلَّهِ الْمَشْرِقَ وَالْمَغْرِبَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ.

Padahal mereka tidak mengetahui bahwa milik Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki menuju jalan yang lurus.

======================

 صَوْمُ رَمَضَانَ

Puasa Ramadan

وَفِي شَعْبَانَ مِنْ هٰذِهِ السَّنَةِ أَوْجَبَ اللَّهُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ عَلَى الْأُمَّةِ الْإِسْلَامِيَّةِ.

Pada bulan Sya'ban tahun ini, Allah mewajibkan puasa bulan Ramadan atas umat Islam.

وَكَانَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ قَبْلَ ذٰلِكَ يَصُومُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ.

Sebelum itu, Rasulullah ﷺ biasa berpuasa tiga hari pada setiap bulan.

وَالصِّيَامُ مِنْ دَعَائِمِ هٰذَا الدِّينِ، وَالْفَرَائِضِ الَّتِي يَتِمُّ بِهَا النِّظَامُ.

Puasa merupakan salah satu pilar agama ini dan termasuk kewajiban yang dengannya keteraturan kehidupan dapat terwujud.

فَإِنَّ الْإِنْسَانَ مَجْبُولٌ عَلَى حُبِّ نَفْسِهِ، وَالسَّعْيِ فِيمَا يَعُودُ عَلَيْهَا بِالنَّفْعِ الْخَاصِّ، تَارِكًا مَا وَرَاءَ ذٰلِكَ مِنْ حَاجَاتِ الضُّعَفَاءِ وَالْمَسَاكِينِ.

Sesungguhnya manusia secara naluriah mencintai dirinya sendiri dan berusaha memperoleh manfaat bagi dirinya, sementara sering mengabaikan kebutuhan orang-orang lemah dan fakir miskin.

فَلَا بُدَّ مِنْ وَازِعٍ يَزَعُهُ لِحَاجَاتِ قَوْمٍ أَقْعَدَتْهُمْ قُوَاهُمْ عَنْ إِدْرَاكِ حَاجَاتِهِمْ.

Karena itu diperlukan suatu pengendali yang mendorongnya untuk memperhatikan kebutuhan orang-orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri karena kelemahan yang mereka alami.

وَلَا أَقْوَى مِنْ ذَوْقِ قَوَارِصِ الْجُوعِ وَالْعَطَشِ، إِذْ بِهِمَا تَلِينُ نَفْسُهُ وَيَتَهَذَّبُ خُلُقُهُ، فَيَسْهُلُ عَلَيْهِ بَذْلُ الصَّدَقَاتِ.

Tidak ada yang lebih kuat daripada merasakan pedihnya lapar dan dahaga, karena dengan itu jiwanya menjadi lembut dan akhlaknya menjadi lebih baik, sehingga ia lebih mudah bersedekah.

====== ======

صَدَقَةُ الْفِطْرِ

Zakat Fitrah

وَلِذٰلِكَ أَوْجَبَ الشَّارِعُ الْحَكِيمُ عَقِبَ الصَّوْمِ زَكَاةَ الْفِطْرِ، فَتَرَى الْإِنْسَانَ يَبْذُلُهَا بِسَخَاءٍ وَمَحَبَّةٍ خَالِصَةٍ.

Karena itulah Syariat Yang Maha Bijaksana mewajibkan zakat fitrah setelah puasa Ramadan, sehingga seseorang mengeluarkannya dengan penuh kemurahan hati dan ketulusan.

=============== 

زَكَاةُ الْمَالِ

Zakat Harta

وَفِي هٰذَا الْعَامِ فُرِضَتْ زَكَاةُ الْأَمْوَالِ، وَهٰذِهِ هِيَ النِّظَامُ الْوَحِيدُ الَّذِي بِهِ يَأْكُلُ الْفُقَرَاءُ وَالْمَسَاكِينُ مِنْ إِخْوَانِهِمُ الْأَغْنِيَاءِ بِلَا ضَرَرٍ عَلَى هٰؤُلَاءِ.

Pada tahun ini diwajibkan zakat harta. Inilah sistem yang memungkinkan fakir dan miskin memperoleh bantuan dari saudara-saudara mereka yang kaya tanpa merugikan pihak yang kaya tersebut.

فَإِذَا بَلَغَتِ الدَّنَانِيرُ عِشْرِينَ أَوِ الدَّرَاهِمُ مِائَتَيْنِ، وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ، وَجَبَ عَلَيْكَ أَنْ تُؤَدِّيَ رُبُعَ عُشْرِهَا، أَيْ اثْنَيْنِ وَنِصْفًا فِي كُلِّ مِائَةٍ، وَمَا زَادَ فَبِحِسَابِهِ.

Apabila jumlah dinar mencapai dua puluh atau dirham mencapai dua ratus dan telah berlalu satu tahun, maka wajib bagimu mengeluarkan seperempat dari sepersepuluhnya (2,5%), yaitu dua setengah untuk setiap seratus, dan selebihnya dihitung dengan perbandingan yang sama.

وَإِذَا بَلَغَتِ الشِّيَاهُ أَرْبَعِينَ، وَالْبَقَرُ ثَلَاثِينَ، وَالْإِبِلُ خَمْسًا، وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ، وَجَبَ عَلَيْكَ كَذٰلِكَ أَنْ تُؤَدِّيَ مِنْهَا جُزْءًا مَخْصُوصًا حَدَّدَهُ الشَّارِعُ.

Apabila jumlah kambing mencapai empat puluh ekor, sapi tiga puluh ekor, atau unta lima ekor, dan telah berlalu satu tahun, maka wajib pula mengeluarkan bagian tertentu yang telah ditetapkan oleh syariat.

وَمِثْلُهَا عُرُوضُ التِّجَارَةِ وَمَحْصُولَاتُ الزِّرَاعَةِ.

Demikian pula berlaku pada barang dagangan dan hasil pertanian.

كُلُّ هٰذَا يَقْبِضُهُ الْإِمَامُ، وَيُوَزِّعُهُ عَلَى مُسْتَحِقِّيهِ مِنَ الْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَبَقِيَّةِ الْمَذْكُورِينَ فِي آيَةِ الصَّدَقَةِ.

Semua zakat tersebut dipungut oleh pemimpin dan dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, yaitu fakir, miskin, dan golongan lain yang disebutkan dalam ayat zakat.

﴿إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ﴾.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan; sebagai suatu kewajiban dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

وَاللَّبِيبُ الْعَاقِلُ الْبَعِيدُ عَنِ التَّعَصُّبِ يَحْكُمُ لِأَوَّلِ نَظَرَةٍ أَنَّ هٰذَا النِّظَامَ مَعَ عَدَمِ إِضْرَارِهِ بِالْأَغْنِيَاءِ مُقَلِّلٌ لِمَصَائِبِ الْفَقْرِ.

Orang yang cerdas, berakal, dan jauh dari sikap fanatik akan segera menyimpulkan bahwa sistem ini, tanpa merugikan orang-orang kaya, mampu mengurangi berbagai dampak buruk kemiskinan.

الَّتِي أَلْجَأَتْ كَثِيرًا مِنْ فُقَرَاءِ الْأُمَمِ أَنْ يُخَالِفُوا نِظَامَ دُوَلِهِمْ، وَيُؤَسِّسُوا مَبَادِئَ تَقْوِيضِ الْعُمْرَانِ وَتَدَاعِي الْأَمْنِ كَمَا يَفْعَلُهُ الْإِشْتِرَاكِيُّونَ وَغَيْرُهُمْ.

Kemiskinan itulah yang telah mendorong banyak orang miskin di berbagai bangsa untuk menentang sistem negara mereka dan membangun pemikiran-pemikiran yang meruntuhkan tatanan masyarakat serta mengganggu keamanan, sebagaimana dilakukan oleh kaum sosialis dan kelompok lainnya menurut pandangan penulis.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url